BANJAR — Setelah menyelesaikan rangkaian Ujian Madrasah, siswa kelas VI MI Plus Daarul Huda kembali menghadapi tahapan evaluasi berikutnya, yakni Ujian Syafahi. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penguatan kompetensi praktik, hafalan, dan keterampilan siswa sebagai ciri khas pendidikan di madrasah.

Pelaksanaan Ujian Syafahi dijadwalkan berlangsung selama lima hari dengan materi yang berbeda setiap harinya. Ujian dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dan dilaksanakan di lingkungan MI Plus Daarul Huda.
Pada hari Senin, siswa mengikuti ujian Tahsin dan Tahfidz Al-Qur’an. Selanjutnya, Selasa diisi dengan ujian Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Hari Rabu menjadi jadwal untuk materi Amaliyah yang meliputi praktik wudhu, tayamum, dan sholat, serta Qouliyah berupa dzikir dan doa harian.
Sementara itu, Kamis dilaksanakan ujian PJOK, dan rangkaian Ujian Syafahi ditutup pada Jumat dengan materi Informatika dan Seni Rupa.
Pihak madrasah menyampaikan bahwa Ujian Syafahi tidak hanya bertujuan mengukur kemampuan akademik siswa, tetapi juga mengasah keterampilan praktik, kemampuan komunikasi, serta pembiasaan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui ujian ini, siswa diharapkan mampu menunjukkan hasil pembelajaran selama menempuh pendidikan di MI Plus Daarul Huda, baik dalam aspek ilmu pengetahuan, keterampilan, maupun akhlak. Semangat belajar, disiplin, dan kepercayaan diri menjadi bekal utama bagi para siswa dalam menghadapi setiap tahapan ujian.
Dengan dukungan guru dan orang tua, pelaksanaan Ujian Syafahi diharapkan berjalan lancar serta menjadi pengalaman berharga bagi siswa kelas VI sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. [cs]
