BANJAR — Pertandingan persahabatan (friendly match) minisoccer antara guru-guru MI Plus Daarul Huda (Mipdah FC) dan SD Inspiratif Al-Ilham Banjar berlangsung seru dan penuh keakraban. Laga yang digelar di Lapangan Golden Mini Soccer, PLN Kota Banjar, Sabtu (13/9/2025), berakhir dengan skor imbang 3-3.

Pertandingan yang dimulai pukul 16.30 WIB itu berjalan sengit sejak peluit awal. Kedua tim tampil saling menyerang, namun pertahanan solid masing-masing kesebelasan membuat skor kacamata bertahan hingga menit ke-30. Kebuntuan akhirnya pecah melalui sepakan keras Arif Nugraha yang membawa Al-Ilham unggul 1-0.

Tak butuh waktu lama, Mipdah FC menyamakan kedudukan melalui gol Fadhil lewat tendangan kerasnya. Skor kembali imbang 1-1. Pada menit ke-60, giliran Cepi Supriatna yang berhasil mengecoh kiper lawan dan membawa Mipdah berbalik unggul 2-1. Bahkan, sepuluh menit berselang, Cepi kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan skema serangan balik, dia menendang bola ke kiri gawang yang gagal ditepis oleh penjaga gawang Al-Ilham sehingga membuat kedudukan menjadi 3-1 untuk Mipdah FC.

Namun, keunggulan dua gol itu tak bertahan lama. Al-Ilham memperkecil kedudukan melalui titik putih setelah bola mengenai tangan bek kanan Mipdah, Deka. Ade Maulana yang menjadi eksekutor sukses menaklukkan kiper Mipdah, skor berubah 2-3. Serangan beruntun Al-Ilham kemudian kembali membuahkan hasil lewat gol kedua Ade Maulana, menyamakan skor menjadi 3-3 hingga pertandingan usai.

Kedua tim sama-sama menciptakan banyak peluang berbahaya. Akan tetapi, penampilan cemerlang para penjaga gawang membuat sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol tambahan.

Bermula dari Status WA

Pertandingan ini lahir dari ide sederhana. Bermula dari salah seorang guru MI Plus Daarul Huda yang melihat unggahan media sosial temannya di SD Inspiratif Al-Ilham tentang aktivitas bermain bola guru-gurunya. Pak Bambang, salah seorang guru Mipdah, kemudian menginisiasi ajakan bertanding persahabatan. Ajakan itu disambut hangat, hingga akhirnya kedua tim sepakat menggelar laga tersebut.

Selain sebagai ajang silaturahmi antarpendidik, kegiatan ini juga membawa manfaat positif bagi kesehatan, memperkuat kerja sama tim, serta menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan guru. “Pertandingan ini bukan masalah menang atau kalah, tapi bagaimana kita bisa menjalin persaudaraan dan kebersamaan di luar kelas,” ujar salah seorang guru Mipdah.

“Semoga laga persahabatan seperti ini bisa digelar kembali,” tambahnya. [cs]

Leave a Comment