Apa yang Terjadi Jika Anak Tengah Kurang Mendapat Perhatian?

Pernahkah Anda melihat anak Anda yang duduk diam di sudut rumah, tidak banyak bicara, dan tampak murung?
Bisa jadi, ia adalah anak tengah—dan ia sedang merasa terabaikan.
Contohnya terjadi pada F, siswa kelas 2 sebuah sekolah dasar. Di sekolah, F mulai kehilangan semangat belajar. Setelah diajak berbicara, ia mengungkapkan:
“Aku selalu disuruh ngalah. Kalau mau ikut ayah, katanya nanti. Tapi nanti-nya suka lupa.”
F bukan anak sulung. Bukan juga si bungsu. Ia berada di tengah, di antara kakaknya yang sudah mandiri, dan dua adik kecil yang butuh banyak perhatian.
Situasi ini menciptakan perasaan bahwa dirinya tidak sepenting saudara-saudaranya.
Menurut Dr. Kevin Leman, psikolog dan penulis buku The Birth Order Book, anak tengah cenderung merasa “terjepit” dalam struktur keluarga. Ia:
- Tidak mendapat perhatian khusus seperti anak bungsu
- Tidak mendapat kepercayaan penuh seperti anak sulung
- Sering dianggap “harus mengerti sendiri
Hal ini disebut sebagai middle child syndrome atau sindrom anak tengah. Jika tidak ditangani dengan baik, bisa menyebabkan:
- Menurunnya rasa percaya diri
- Sikap apatis terhadap keluarga
- Masalah emosi di sekolah dan lingkungan sosial
Ciri-Ciri Anak Tengah yang Merasa Terabaikan
Beberapa tanda bahwa anak tengah Anda butuh lebih banyak perhatian:
- Sering menarik diri atau menyendiri
- Cemburu terhadap adik atau kakaknya
- Sering berkata, “Kenapa aku harus ngalah terus?”
- Tidak antusias dalam belajar atau bermain
- Mudah merasa sedih atau kecewa tanpa sebab yang jelas
Cara Menghadapi Anak Tengah Agar Tidak Merasa Diabaikan
Berikut adalah langkah konkret yang bisa dilakukan orang tua:
1. Luangkan Waktu Khusus untuk Anak Tengah
Setiap anak butuh momen eksklusif. Ajak anak tengah berbincang atau bermain hanya berdua. Waktu 10–15 menit sehari bisa sangat berarti.
2. Validasi Perasaannya
Alih-alih menyuruhnya “mengerti”, coba katakan:
“Ibu tahu kamu juga ingin ikut. Maaf ya tadi lupa. Sekarang kita jalan bareng, yuk.”
3. Berikan Tanggung Jawab yang Bermakna
Libatkan anak dalam tugas yang membuatnya merasa penting. Tapi jangan jadikan dia ‘pengasuh cadangan’.
4. Hindari Kalimat yang Mengikis Harga Diri
Kalimat seperti “Kamu kan udah besar” atau “Adek masih kecil” bila terus diulang bisa membuat anak merasa tidak dicintai.
5. Rayakan Keunikannya
Setiap anak punya kelebihan. Apresiasi sikap baik, ide kreatif, atau usahanya, sekecil apapun itu.
Anak Tengah Juga Ingin Dianggap Ada
Ingat, adil bukan berarti sama. Tapi memahami apa yang dibutuhkan masing-masing anak.
Anak tengah seperti F bukan ingin menjadi pusat perhatian. Ia hanya ingin dianggap ada, dihargai usahanya, dan dicintai tanpa syarat.
